KWQ Bagikan 61 Al-Qur’an, Ratusan Santri Ponpes Dar El Hikmah Hafal di Atas 2 Juz

75 views

PEKANBARU, LintasRiauNews – Komunitas Wakaf Al-Qur’an (KWQ) menyalurkan 61 mushaf wakaf kepada santri Tahfidz Pondok Pesantren (Ponpes) Dar El Hikmah Pekanbaru, Selasa (24/02/2026). Tenyata santri yang punya hafalan 2 juz ke atas jumlahnya mencapai ratusan orang, sekaligus menunjukkan keberhasilan program tahfidz di Ponpes ini.

Hal itu terungkap dari perbincangan Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin dengan Ustadz H. Rahmat Wahyudin, M.Pd, Kepala Bidang Kesiswaan Ponpes Dar El Hikmah, saat persiapan acara penyerahan dan pembagian Al-Qur’an wakaf yang digelar di Mesjid Jami’ Syekh Haji Abdullah di komplek  Ponpes yang berlokasi di Jalan Manyar Sakti, Panam.

Bermula dari penjelasan Pimpinan KWQ bahwasanya kegiatan Al-Qur’an wakaf yang diinisiasi dan difasilitasi komunitas ini sudah berjalan sejak Juni 2022. Sejauh ini, KWQ telah menyalurkan lebih dari 4.000 mushaf yang dihimpun dari berbagai kalangan dengan penyerahan secara langsung kepada siswa Tahfidz di sekolah negeri maupun swasta dan ponpes yang tersebar di Provinsi Riau.

“Kita hanya mensyaratkan hafalan minimal 2 juz bagi siswa calon penerima Al-Qur’an wakaf. Begitu pula untuk santri Tahfidz Ponpes Dar El Hikmah yang hari ini kita serahkan sebanyak 61 mushaf dan ini adalah penyaluran untuk kedua kalinya. Jumlah yang disalurkan sesuai data yang disampaikan oleh pihak Ponpes kepada kita,” terang Fachri.

Adapun 61 Al-Qur’an yang disalurkan adalah mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman, bersumber dari donasi 12 wakif, yakni Amrasul Abdullah, Abdul Hamid, Syamsuddin, Indragama, Marshal Ahmedy, Misliati, Adlaida Malik, Sjafri Djamin, Yuliana Susanti, Rita Iriana, Siswo Bintoro dan Ratno Susilo Suhartini.

Mendengar penjelasan itu, Rahmat terlihat sedikit kaget karena informasi yang diterima dari pimpinan Yayasan Nur Iman yang menaungi Ponpes tersebut, penyaluran Al-Qur’an wakaf  dari KWQ diperuntukkan bagi santri yang hafal minimal 5 juz.

“Berarti ada miskomunikasi, karena rupanya syarat dari KWQ hanya 2 juz, sedangkan data 61 santri yang kita kirim adalah mereka yang hafal 5 juz ke atas. Kalau yang hafal 2 juz, dari santri kita banyak, ada ratusan orang,” ujarnya.

Toh demikian, Pimpinan KWQ bersikap bijak dan tidak menyalahkan pihak Yayasan maupun Ponpes perihal miskomunikasi dan misinformasi data siswa penerima dan menganggap hal yang lumrah karena dipengaruhi berbagai faktor dan kondisi. “Silakan saja dikirimkan lagi data siswa yang hafal 2 juz, nanti kita usahakan bantu mendapatkan Al-Qur’an wakaf,” katanya.

Menurut Rahmat, keberhasilan program tahfidz Ponpes Dar El Hikmah yang tercermin dari banyaknya santri yang sudah memiliki hafalan 2 juz ke atas, adalah satu dari berbagai capaian dan prestasi yang diukir oleh lembaga pendidikan Islam modern yang menerapkan pola pendidikan berasrama (boarding) dan termasuk yang terbaik di Pekanbaru ini.

Keberhasilan yang diraih Ponpes yang mulai dirintis dan dibangun oleh Syekh H. Abdullah dengan mewakafkan tanah miliknya seluas 4 Ha dan mendirikan Yayasan Nur Iman Pekanbaru (YNIP) sebagai pengelola pada 12 September 1987 dan resmi beroperasional sejak 1991 ini, berkat penerapan metode pendidikan dan kurikulum yang tepat dan mumpuni dengan pengajar berkualitas yang dihasilkan lewat kerjasama dengan Ponpes Darunnajah Jakarta yang sudah  berkembang dan eksis.

Hal ini dibuktikan dengan perkembangan pesat yang dicapai Ponpes yang diresmikan oleh Wali Kotamadya Pekanbaru H. Oesman Effendi AffanSH (alm) pada 8 Agustus 1991 yang kemudian dijadikan tanggal hari jadi Ponpes ini. Baik dari jumlah anak didik yang terus meningkat yang mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat, layanan satuan pendidikan hingga sarana dan fasilitas pendidikan serta asrama yang representatif.

“Sejak awal ponpes ini berdiri sudah kerjasama dengan Ponpes Darunnajah. Selain mengadopsi metode pendidikan dan kurikulum, juga untuk pengajar atau guru cukup banyak didatangkan dari ponpes tersebut setelah adanya kesepakatan dengan salah seorang pendirinya, KH. Mahrus Amin,” tutur Rahmat yang juga salah seorang guru yang dikirim dari Ponpes Darunnajah pada tahun 1993.

Diceritakan, awal beroperasional tahun 1991, Ponpes Dar El Hikmah ini hanya memiliki 27 siswa MTs atau setingkat SMP dengan bangunan sekolah dan asrama yang relatif sederhana. Semua siswanya dari Panti Asuhan Kasih di Bangkinang, milik Bu Magdalena, istri Pak Saleh Djasit yang pernah menjabat Bupati Kampar dan kemudian Gubernur.

“Kebetulan pendiri Ponpes, H. Abdullah saat itu menjabat Kepala Dinas PU Kampar dan tokoh masyarakat yang dikenal dermawan, sehingga biaya pendidikan seluruh siswa digratiskan. Pada tahun kedua, jumlah siswanya bertambah lumayan banyak dan pada tahun ketiga mulai membludak,”  ungkap Rahmat.

Tahun ketiga itu, lanjut dia,  sudah terdapat enam rombel dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Tahun 1994 dibuka Madrasah Aliyah (MA), awalnya jumlah siswa hanya 19 orang yang juga berasal dari Panti Asuhan Kasih Ibu Bangkinang. Para siswa juga digratiskan biaya pendidikan dan asrama.

Seperti halnya MTs, siswa MA Ponpes juga terus meningkat setiap tahunnya hingga dibuka SMK dengan jurusan Keperawatan, Multimedia dan Perbankan Syariah. Peminat SMK ini juga lumayan banyak,  sebagaimana MA dan MTs, siswanya juga diasramakan.

Selanjutnya, didirikan TK dan SD IT Darul Hikmah yang mulai beroperasional tahun 2002 dan 2004.  Untuk SD menerapkan pola full day school dan siswanya tidak diasramakan. “Jadi, Ponpes Dar El Hikmah saat ini mengelola lima institusi pendidikan yaitu MA, SMK, MTs, SDIT dan TK,” katanya.

Rahmat menambahkan untuk siswa Ponpes yang berasrama (MA, SMK, MTs) jumlahnya saat ini sekitar 1.400 orang. Siswanya tidak hanya dari Riau, tapi juga dari provinsi lain. Sedangkan untuk TK dan SD, muridnya lebih kurang 500 orang. “Sedangkan jumlah guru dan tenaga kependidikan seluruhnya lebih kurang 200-an orang,” pungkasnya.

 

Antusias Santri dan Respons Ponpes

Penyerahan dan pembagian 61 mushaf Al-Qur’an wakaf dari KWQ kepada pelajar Tahfidz Ponpes Dar El Hikmah yang dilaksanakan ba’da shalat Dzuhur berjamaah di masjid komplek ponpes digelar sederhana tapi berlangsung khidmat dan bermakna. Ratusan santri/santriwati MTs, MA dan SMK memenuhi ruang masjid yang megah bersama majelis guru, pimpinan Ponpes dan pengurus Yayasan Nur Iman, yang terlihat antuasias mengikuti acara.

Diawali dengan pembacaan kalam Ilahi yang dilantunkan dengan merdu oleh santri kelas VIII MTs, Anhiyatul Aulia,  dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Pimpinan Ponpes yang diwakili Kabid Keagamaan Ustadz Arfi, M.Sy dan kemudian dari Pimpinan KWQ.

Ustadz Arfi dalam sambutan menyebutkan Al-Qur’an adalah kitab suci yang mulia karena berisi firman Allah Swt yang membawa rahmat dan petunjuk bagi manusia. Kemuliaan itu diperteguh dengan diturunkannya pada bulan Ramadhan, bulan suci sekaligus mulia.

“Maka, siapa yang dekat dan bersahabat dengan Al-Qur’an pasti akan dimuliakan oleh Allah Swt. Tidak hanya bagi yang membaca, tapi juga yang mendengarkan akan dimuliakan. Termasuk bagi mereka yang mewakafkan mushaf Al-Qur’an, dan ini merupakan salah satu upaya pencarian untuk mendapatkan kemuliaan di sisi Allah Swt,” terangnya.

Dalam sabdanya, Nabi Muhammad juga menyuruh para umatnya rajin membaca Al-Qur’an karena sangat bermanfaat, termasuk yang akan meringankan dan memberi syafaat saat di alam kubur dan pengadilan akhirat (hisab) kelak. Siapa yang mempelajari Al-Qur’an dan kemudian mengamalkannya akan selamat dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Ustadz Arfi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Komunitas KWQ dan wakif atas wakaf mushaf Al-Qur’an yang sangat berguna sebagai fasilitas penunjang siswa program tahfidz di Ponpes tersebut. Dia berharap amal kebajikan ini terus berlanjut dan pihak ponpes dengan ribuan santrinya terbuka dan siap menerima wakaf Al-Qur’an.

“Semoga membawa keberkahan dan menjadi amal jariyah kepada semua yang terlibat. Kepada santri penerima, manfaatkan Al-Quran wakaf ini dengan baik, dibaca dan dijaga, jangan hanya disimpan. Jangan lupa doakan yang terbaik buat Tim KWQ dan para wakif,” ujarnya.

 

Berdialog dan Motivasi

Pimpinan Komunitas KWQ A. Z Fachri Yasin dalam sambutannya menjelaskan bahwa mushaf ini bukan wakaf dari KWQ, melainkan amanah dari para wakif yang berasal dari berbagai kalangan. Harapan mereka, yang nama-namanya tertulis di sampul mushaf, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan, keberkahan dan jadi amal jariyah.

Seperti yang sudah-sudah, Pimpinan KWQ memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog interaktif dengan para siswa. Dengan gaya khasnya dan suaranya yang lantang, ia memicu semangat dan memotivasi siswa untuk terus giat belajar dan menimba ilmu hingga ke jenjang tertinggi.

Akademisi senior di Riau yang sudah berusia 72 itu mengingatkan para santri agar jangan berhenti hanya pada tingkatan sekolah menengah. Tetapi harus ditanamkan keinginan dan tekad untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah karena itu kunci masa depan gemilang.

“Kalian juga harus merancang cita-cita dari sekarang agar tahu kemana akan melangkah, yang tentunya untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Nah, siapa yang ingin jadi dokter, tunjuk tangan,” kata Fachri yang direspons langsung oleh sejumlah siswa. Begitu juga saat disebutkan profesi lainnya seperti dokter, pegawai, ustadz dan pengusaha, para siswa saling tunjuk tangan dengan semangat.

Pimpinan KWQ memuji antusias dan semangat para santri Ponpes, dan berharap mereka kelak tidak hanya menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan umat dan bangsa di kemudian hari.

Suasana ceria bercampur haru menyelimuti saat pembagian langsung 61 mushaf wakaf kepada masing-masing santri penerima yang dilakukan bersama-sama pimpinan ponpes, majelis guru dan pengurus yayasan secara bergiliran. Raut sumringah para santri terlihat jelas saat menerima mushaf baru gratis tersebut.

Sebagai wujud terima kasih dan apresiasi, pimpinan Yayasan Nur Iman yang diwakili Sekretaris Yayasan Khairul Anwar, M.Pd, menyerahkan plakat dan piagam penghargaan kepada Pimpinan KWQ. Acara pun diakhiri dengan foto bersama.

 

Sebagai tambahan informasi, dalam dua pekan ini, penyaluran Al-Qur’an wakaf oleh Komunitas KWQ berlangsung cukup intens. Sebelumnya pada hari Senin (23/02/2026), diserahkan 2 mushaf Al-Qur’an wakaf dari pewakif Hayati Abdullah kepada siswa Tahfidz SMP IT Dar M’arif NU Pekanbaru yang hafal minimal 2 juz. Bersamaan dengan itu, dibagikan Juz Amma dan Doa-doa  Para Nabi dan Rasul kepada 13 siswa yang punya hafalan 1 juz.

Selanjutnya, hari Rabu (25/02/2026), penyerahan 5 Al-Qur’an wakaf dari Septina Primawati Rusli kepada siswa Tahfidz SD MIT Fathrizk dan MTs Dar El Fathrizk Pekanbaru. Kemudian, hari Kamis (25/02/2026), penyerahan 72 Al-Qur’an dari 7 pewakif kepada siwa SDIT dan SMPIT Azzuhra Pekanbaru dan hari Senin (2/3/2026) penyerahan 97 Al-Qur’an dari 16 pewakif kepada siswa MAN 2 Pekanbaru. (*/ers)

Posting Terkait