Buwas: Jika Pemberantasan Narkoba Biasa Saja, 20 Tahun Lagi Kita Kehilangan

766 views
Bengkulu – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengingatkan bahaya yang mengancam Indonesia selain korupsi adalah narkotika. Bila pemberantasan narkoba hanya dilakukan biasa-biasa saja saat ini, maka 20 tahun mendatang Indonesia akan mengalami lost generation.
Keresahan ini disampaikan jenderal bintang tiga polisi yang sering disapa Buwas saat berpidato seusai menyaksikan pengucapan dan penandatangan Pakta Integritas Pejabat Pemprov Bengkulu yang digelar di Sport Center di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, Senin (1/3/2016). Buwas mengaku keresahan ini juga pernah ia sampaikan ke Presiden Jokowi.
Saat menghadap Presiden, Buwas menyampaikan fakta mencengangkan pemeriksaan narkoba di sebuah sekolah di Medan. "Bayangkan, dari 70 sampel yang diambil, 58 sampel terindikasi positif narkoba," kata Buwas.
Dengan fakta ini, maka Buwas ingin pemberantasan narkoba dilakukan secara masif dan tidak biasa-biasa saja. "Di depan Presiden, saya sampaikan kalau pemberantasan narkoba hanya biasa saja, kalau saya diizinkan Tuhan hidup sampai 20 tahun mendatang, maka saya akan melihat lost generation," tegas Buwas.
Karena itu, Buwas mengajak semua pihak untuk melakukan sinergi bersama dalam pemberantasan narkoba ini. Buwas mengungkap fakta bahwa saat ini 50 persen peredaran narkoba dikendalikan dari Lapas, termasuk dilakukan oleh jaringan Freddy Budiman, terpidana mati narkoba.
"Ini fakta. Saat saya diminta berbicara di depan pejabat MenkumHam, fakta ini saya sampaikan dan saya meminta yang tidak percaya silakan membantah di depan saya. Tapi tidak ada yang membantah. Kalau peredaran narkoba di lapas ini bisa kita selesaikan, berarti setengah peredaran narkoba di Indonesia bisa diselesaikan," kata dia.
Buwas juga mengungkap temuannya di Lapas di Jawa Timur baru-baru ini. Para tahanan bisa leluasa melakukan komunikasi dengan bandar-bandar narkoba untuk mendatangkan narkoba dari luar negeri. Mereka memiliki alat yang canggih. Bandarnya orang Pakistan, barangnya dari Taiwan, barangnya akan dikirim dari Malaysia.
Karena itu, Buwas akan terus masif melakukan pemberantasan narkoba. "Saya memang harus buas kepada narkoba," tegas dia.
"Saya pernah sampaikan ke Presiden, bahwa saya bangga diberi amanah untuk menangani narkoba, karena saya bisa selamatkan jiwa raga generasi bangsa. Saya juga sampaikan, pak presiden bila memang lihat saya tidak bisa bekerja lagi, mohon diganti," ujar dia.
Buwas mengapresiasi apa yang dilakukan jajaraj Pejabat Pemprov Bengkulu dalam menandatangani Pakta Integritas, yang salah satunya berisikan perang terhadap narkoba. Dia meminta gubernur bila memang ada pejabatnya yang terlibat narkoba maka harus dipecat. Ini juga telah menjadi komitmen lembaga-lembaga negara dan pemerintahan.
Di jajaran BNN, Buwas mengaku baru memecat 4 anggotanya karena terlibat narkoba. Dia juga mengaku menolak permintaan Kapolri untuk merehabilitasi anggota Polri yang terlibat narkoba sebelum dipecat terlebih dulu.
Penandatanganan Pakta Integritas oleh 1.108 pejabat eselon 1 hingga 4 Pemprov Bengkulu ini dipimpin Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan disaksikan juga oleh Ketua KPK Agus Rahardjo, Kepala Ombudsman RI Amzulian Rivai, dan mantan Ketua MK Mahfud MD.***
sumber detikcom
Bagikan ke:

kepala bnn budi waseso narkoba

Posting Terkait