Perusahaan yang Beroperasi di Medang Kampai Dituding Abaikan Warga Tempatan

1167 views

Anggota DPRD Dumai Edison sat rapat berama pemuka masyarakat Medang Kampai di kediamannya..

DUMAI (LintasRiauNews) – Masyarakat Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai kecewa dan mempertanyakan kepedulian sejumlah perusahaan yang beroperasi di daerah itu. Pihak perusahaan dituding selama ini telah mengabaikan warga tempatan, sepertii dalam hal perekrutan tenaga kerja.

Menurut warga, sampai saat ini banyak anak – anak muda dari Kecamatan Medang Kampai yang tidak diakomodir bekerja di sejumlah perusahaan yang ada.

Hal itu terungkap dalam sebuah rapat para pemuka masyarakat di Kecamatan Medang Kampai yang digelar di kediaman Anggota DPRD Kota Dumai dari Fraksi Golkar, Edison, Sabtu (18/3) malam. Rapat ini dikuti perwakilan masyarakat dari 4 kelurahan yang ada, yakn Mundam, Teluk Makmur, Guntung dan Kelurahan Pelintung.

Dalam rapat itu bukan saja membahas masalah penyerapan tenaga kerja tempatan. tapi juga soal program pemberdayaan masyarakat (CSR) perusahaan. Sebab, perusahaan industri CPO seperti Wilmar Group yang ada di Kelurahan Pelintung, menurut warga di sana kurang peduli terhadap masyarakat sekitarnya.

Tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Kota Dumai Edison dalam sambutannya di awak rapat tak menampik sering menerima keluhan terkait minimnya kepedulian perusahaan terhadap warga tempatan.

“Saya sudah coba berbuat, terutama membicarakan masalah tenaga kerja tempatan kepada pihak perusahaan. Namun, kenyataannya perusahaan yang ada tetap saja tidak peduli, termasuk mengakomodir anak-anak tempat bekerja di perusahaan bersangkutan.” ungkap anggota dewan dari Golkar itu.

Untuk itu, Edison berharap pertemuan itu mendapatkan solusi dan ada suatu gebrakan sehingga pihak perusahaan seperti Wilmar dan Pabrik Gula yang beroperasi di wilayah ini segera merespon aspirasi masyarakat setempat. Baik mengenai tenaga kerja maupun bantuan dalam program CSR yang menjadi kewajiban perusahaan.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Medang Kampai, Pendi, dalam rapat itu mengusulkan agar dibuat suatu forum atau wadah yang menghimpun kalangan warga dan dapat dijadikan motor penggerak untuk mendobrak perusahaan yang ada sehingga memahami kemauan masyarakat di daerah ini.

Hal senada disampaikan salah seorang aktivis LSM bernama Irwan Susilo. Menurut dia, jika perusahaan masih juga membandel dan tidak memahami kemauan masyarakat Medang Kampai, maka cara yang bisa ditempuh adalah dengan jalan mendemo perusahaan.

“Sebab, anggota DPRD seperti Pak Edison yang tinggal di Kecamatan Medang Kampai saja dilecehkan. Jalan terakhir menurut saya, segenap warga melakukan aksi demoi. Stop seluruh mobil yang masuk ke perusahaan yang ada di Kecamatan Medang Kampai,” ungkap Irwan.

Hasil rapat pemuka masayarakat Medang Kampai itu akhirnya disepakati untuk membentuk forum atau wadah bersama dalam memperjuangkan aspirasi warga tempatan kepada perusahaan yang beroperasi di daerah ini.

Rapat juga memutuskan mengundang kembali perwakilan 4 Kelurahan untuk pembentukan forum yang definitif yang direncanakan diadakan pada Sabtu (25/3) mendatang.[] sarmon/ toga.

Bagikan ke:

Posting Terkait