Basement Telah Jadi ‘Kolam’, Rancang Gedung LAM Pekanbaru Bermasalah?

1468 views

Anak-anak asyik mandi berenang di ‘kolam’ Basement Gedung LAM Pekanbaru.

PEKANBARU (LintasRiauNews) – Gedung baru Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru yang hingga kini tak kunjung ditempati meski sudah rampung, kembali memunculkan permasalahan yang cukup runyam. Kali ini, basement atau lantai dasarnya dipenuhi air cukup tinggi hingga membentuk kolam.

Genangan air di basement bangunan bertingkat dan megah yang terletak di Jalan Senapelan itu diperkirakan setinggi satu meter, dan belakangan kerap dijadikan tempat mandi berenang anak-anak di perumahan sekitarnya.

Diduga tergenangnya basement kantor yang dibangun Pemko Pekanbaru melalui dana APBD itu terjadi akibat kesalahan dalam perencanaan atau rancang gedung. Dimana ditengarai tanpa memikirkan aliran drainase ketika hujan.

Kenyataannya, drainase yang ada tidak bisa mengalirkan air hujan yang sering terjadi sejak Februari lalu, akibatnya air menggenang dan memenuhi lantasi dasar kantor LAM tersebut.

Celakanya, untuk rencana perbaikan terhadap gedung milik pemerintah yang kebanjiran itu juga diperkirakan tak akan mudah dilakukan. Selain peralatan yang ada tak memadai, juga muncul penolakan warga sekitar, karena dikhawatirkan pemukiman mereka nantinya akan dialiri air.

Hal itu diakui Zulkifli Harun selaku Kepala Dinas PU Cipta Karya Pekanbaru kepada awak media , Selasa (21/3) “Masalahnya bagaimana cara air bisa mengalir tanpa ada pompa di basement itu,” ungkapnya.

Zulkifli tak menampik perencanaan pembangunan gedung LAM yang tidak matang. Hal ini, kata dia, tampak dari atap gedung yang tak dibuat lebih lebar dari jalan masuk basement. Dampaknya air dari atap langsung ditumpahkan ke basment.

“Gedung hanya mengandalkan mesin pompa yang terletak di bagian kiri jalan masuk. Mesin itu dari atas terlihat samar karena terendam seluruhnya. Jalur-jalur parit yang ada di basement juga tak berguna. Air saat hujan kemudian terkurung dan basement menjadi bak air,” paparnya.

Zulkifli menyebutkan solusi terhdap masalah ini adalah membuat drainase yang akan mengalirkan air ke arah belakang gedung. Inilah yang sempat dibicarakan dengan warga, namun belum diizinkan.

“Anggota kita minta untuk berkordinasi, dengan pengurus LAM, tokoh masyarakat, camat dan lurah. Ini dimaksudkan agar bisa air dialirkan di antara rumah masyarakat disana. Kemarin sudah dijajaki masyarakat belum ada mau,” tuturnya seperti dilansir riausky.com.[] red007

Bagikan ke:

Posting Terkait