
Tiga siswa SMAN 1 Pekanbaru hafidz Al-Qur’an 30 juz.
PEKANBARU, LintasRiauNews – Dikenal sebagai sekolah favorit, SMA Negeri 1 Pekanbaru tidak hanya unggul dengan berbagai prestasi akademik, tapi juga sukses mencetak hafidz Al-Qur’an melalui program Tahfidz yang dibuka sejak dua tahun lalu.
“Alhamdulilah, siswa kami sudah cukup banyak yang hafidz Al-Qur’an, dengan hafalan yang lumayan tinggi. Bahkan, ada tiga orang yang hafal 30 juz,” kata Kepala SMAN 1 Pekanbaru, Dra. Baini, M.Pd., dengan penuh syukur bercampur bangga.
Hal itu diungkapkan sang Kepsek dalam sambutannya pada acara penyerahan wakaf 41 mushaf Al-Qur’an dari Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ), Jumat (11/09/2026), di mushala Al-Ikhlas, lantai 2 gedung sekolah. Puluhan Al-Qur’an tersebut dibagikan kepada siswa Tahfidz yang memiliki hafalan minimal 2 juz.
Penyerahan puluhan mushaf Al-Qur’an yang dilengkapi tadjwid dan terjemahan berwarna tersebut dilakukan langsung Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin beserta Tim. Turut hadir Ade Hartati Rahmat, M.Pd., mantan anggota DPRD Riau dua periode (2014-2024) dari Partai Amanat Nasional. Dari pihak sekolah, ikut mendampingi kepsek adalah H. Tamsir, S.Pd., guru senior Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus pembina Program Tahfidz.
Kepsek Baini menyebut ketiga siswanya yang hafidz 30 juz tersebut masih duduk di kelas X. Ketiganya yakni, Azizah, Istisyam dan Alfi. “Mudah-mudahan mereka ini tetap istiqamah, dan dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus meningkatkan hafalannya,” tutur Kepsek.
Menurut Baini, program Tahfidz di SMAN 1 Pekanbaru mulai dibuka pada tahun 2024 sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Pembentukan program ini didorong oleh keprihatinan atas degradasi moral di kalangan pelajar akibat pengaruh negatif lingkungan dan perkembangan teknologi.
“Kita bisa melihat banyak pelajar yang berperilaku jauh dari adab dan norma, bahkan tak jarang terlibat perbuatan menyimpang serta melanggar hukum. Tidak ada gunanya pintar dan berilmu jika tidak berakhlak,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi untuk membentengi para siswa, Baini merasa penting menanamkan nilai-nilai keislaman agar anak didiknya tumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan bermoral baik.
Melalui program Tahfidz ini, lanjutnya, para siswa tidak hanya digembleng untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an sesuai kaidah, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai mulia yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, karakter dan akhlak siswa dapat terbentuk menjadi lebih baik.
Agar program berjalan optimal, pihak sekolah merekrut ustaz dan ustazah dari luar yang kompeten. Awalnya sekolah hanya memiliki dua guru Tahfidz, namun seiring meningkatnya minat siswa, jumlahnya ditambah menjadi empat orang.
“Saat ini ada 80 siswa yang menjadi peserta Program Tahfidz. Kegiatan diadakan rutin dua kali seminggu, yaitu Senin dan Jumat, di mushala sekolah. Selain siswa yang diterima lewat jalur Tahfidz sebagai peserta wajib, banyak juga siswa dari jalur reguler yang ikut,” terangnya
Didukung Orang Tua, Banyak Manfaat
Baini menjelaskan, selain atas inisiatif pribadi, tidak sedikit siswa yang mengikuti program ini atas dorongan orang tua. Para orang tua turut mengkhawatirkan perkembangan zaman sehingga siap mendukung penuh keberhasilan program Tahfidz di sekolah.
“Sejauh ini, di antara SMA negeri di Pekanbaru, SMAN 1 dan SMAN 6 dinilai paling konsisten dan sukses menyelenggarakan program Tahfidz. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Baini.
Kepada para siswa, Kepsek berpesan agar selalu menjaga dan menambah hafalannya. Selain mendatangkan pahala, status sebagai hafidz Al-Qur’an memberikan banyak kemudahan, salah satunya dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Saat ini, berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta membuka jalur penerimaan khusus hafidz Al-Qur’an, termasuk untuk fakultas kedokteran seperti di Universitas Abdurrab Pekanbaru. Dengan bekal hafidz, kalian bisa masuk dengan lebih mudah, bahkan berpeluang mendapat beasiswa,” papar Baini.
Kepsek juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Komunitas KWQ yang konsisten menyalurkan wakaf Al-Qur’an kepada para pelajar. Pemberian Al-Qur’an baru ini dinilai sangat mendukung aktivitas Tahfidz dan memicu semangat siswa.
“Siswa kami hampir setiap tahun mendapat wakaf Al-Qur’an dari Pak Fachri Yasin melalui komunitasnya. Kebetulan beliau juga alumni senior SMAN 1 Pekanbaru,” ungkap Baini.
Ia tak lupa menyampaikan terima kasih kepada para donatur wakaf (wakif). “Kami mendoakan semoga para donatur mendapat keberkahan dan balasan pahala jariyah dari Allah Swt.,” pungkas Baini.
Berinteraksi dan Memotivasi Siswa
Pimpinan Komunitas KWQ, A. Z. Fachri Yasin, mengawali sambutannya dengan menyapa para siswa yang tampak antusias. Ia kemudian menunjukkan beberapa Al-Qur’an ukuran saku (pocket).
“Kalian mau Al-Qur’an saku ini atau yang ukuran standar?” tanyanya, yang serempak dijawab oleh para siswa, “Al-Qur’an saku…!”
“Bagi para hafidz yang hafalannya tinggi, di atas 10 juz, umumnya memang lebih menyukai Al-Qur’an saku. Namun karena jumlahnya terbatas, kali ini kami bagikan dulu khusus untuk yang hafal 30 juz. Model ini baru pertama kali kami berikan,” ujar Fachri sembari meminta ketiga siswa pemegang hafalan 30 juz maju ke depan.

Kepsek Baini serahkan Al-Qur’an saku kepada hafidz 30 juz.
Usai menyerahkan Al-Qur’an saku, Fachri berdialog dengan ketiga siswa tersebut mengenai cita-cita dan rencana pendidikan mereka. Azizah mengungkapkan keinginannya untuk kuliah di UIN Suska dan menjadi guru, sedangkan Istisyam berencana melanjutkan ke STPDN karena ingin menjadi PNS.
Sementara itu, Alfi berencana mendaftar ke Akademi Militer (Akmil) untuk menjadi prajurit TNI. “Niat untuk kuliah, menjadi guru, maupun menjadi tentara itu sangat bagus. Namun untuk yang ingin menjadi pegawai negeri, saya sarankan lebih baik menjadi pengusaha. Jumlah PNS/ASN saat ini sudah sangat banyak,” ujar Fachri.
Fachri mendorong mereka menjadi pengusaha karena bangsa ini membutuhkan lebih banyak wirausahawan muslim yang mampu menopang ekonomi umat dan masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Fachri juga berinteraksi dengan beberapa siswa lainnya secara acak. Dengan gaya ramah dan komunikatif yang diselingi humor, ia berhasil mencairkan suasana sekaligus membangkitkan rasa percaya diri para siswa.
Ia mengungkapkan bahwa Komunitas KWQ yang aktif sejak pertengahan Juni 2022 telah menghimpun lebih dari 5.000 Al-Qur’an dari ratusan wakif. Mushaf tersebut telah disalurkan kepada siswa Tahfidz di sekolah umum, madrasah, hingga pondok pesantren dari jenjang SD hingga perguruan tinggi di Provinsi Riau.
Khusus penyerahan 41 Al-Qur’an di SMAN 1 Pekanbaru kali ini, bantuan berasal dari sembilan wakif, yaitu Syafrida, Juandi, Yusmaniar Sahan, Jeffri Nazir, Johny S. Mundung, Arneti, Ade Suharni, Yulmaidi, dan Johnny Sarikoen.
Fachri menjelaskan bahwa pada bagian punggung sampul mushaf tertera nama pewakaf, sedangkan pada bagian depan tertulis nama peruntukan wakaf, logo KWQ, serta logo penerbit.
“Peruntukan wakaf ini bermacam-macam. Selain atas nama pribadi wakif, ada pula yang diperuntukkan bagi orang tua atau kerabat yang telah meninggal dunia. Harapan mereka sederhana: agar Al-Qur’an ini rutin dibaca dan dibarengi doa terbaik untuk para donatur,” jelasnya.
Maju Dua Langkah
Mantan anggota DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat, yang didaulat menyampaikan kesan dan pesan, menyatakan bahwa para siswa Tahfidz di SMAN 1 Pekanbaru patut merasa beruntung dan bangga karena mereka dinilai “dua langkah lebih maju” dibandingkan siswa lainnya.
“Pertama, kalian beruntung bisa bersekolah di sekolah bersejarah yang telah melahirkan banyak tokoh penting. Kedua, kalian harus bangga menjadi generasi Qur’ani yang memiliki fondasi kokoh untuk masa depan sekaligus bekal akhirat,” tutur politisi yang peduli pada dunia pendidikan tersebut.
Ade juga menceritakan perjalanan hidupnya menempuh pendidikan di Yogyakarta hingga menjadi dosen di Universitas Islam Riau (UIR), sebelum akhirnya terjun ke dunia politik untuk memperjuangkan kepentingan publik. Ia tercatat pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Pekanbaru satu periode dan DPRD Riau dua periode.
“Ibu berharap kalian juga melek politik. Memilih pemimpin dan memperjuangkan kepentingan masyarakat adalah bagian dari aktivitas politik yang sangat menentukan arah bangsa,” paparnya.
Ade juga menyampaikan dukungan dan apresiasi atas kemajuan program Tahfidz di sekolah ini. Ia berharap para siswa terus meningkatkan kemampuan dalam membaca, memahami dan menghafal Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilai yang dikandungnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Program Tahfidz ini bagian dari syiar Islam sekaligus membentuk karakter dan akhlak mulia di kalangan siswa. Lewat program ini siswa diharapkan termotivasi semakin mencintai Al-Qur’an dan melahirkan generasi Qur’ani yang berguna bagi kemajuan negeri,” kata Ade Hartati.
Setelah penyerahan piagam penghargaan sebagai wujud terima kasih dari pihak sekolah yang diserahkan oleh Kepsek Baini kepada Pimpinan KWQ, acara dilanjutkan dengan pembagian langsung mushaf kepada masing-masing siswa yang berhak. Acara diakhiri dengan foto bersama.* (ers)





