7 Anak Asuhnya Tewas, Diduga Takut Terbongkar Lili Sembunyikan Belasan Penghuni Panti Lainnya

1150 views

Lili saat kembali diperiksa penyidik PPA Polresta Pekanbaru.

PEKANBARU (LintasRiauNews) – Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pekanbaru terus mendalami motif pemilik Panti Asuhan Tunas Bangsa Tenayanraya menyembunyikan 17 anak asuhnya yang belakangan berhasil ditemukan dan diamankan polisi.

Belasan bocah malang itu saat ini sudah dievakuasi ke rumah aman Dinas Sosial (Dissos) Provinsi Riau, Mereka terdiri dari delapan anak laki-laki dan sembilan anak perempuan dengan rentang usia 1 tahun hingga 10 tahun.

Lili Nurhayati (49) yang juga selaku Ketua Yayasan Tunas Bangsa yang mengelola sejumlah panti itu telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kematian M Zikli, balita 18 bulan, yang diduga dianiaya di tempat penampungan tersebut.

Irjen Pol Zulkarnain

Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan dari hasil penyidikan dan pemeriksaan sementara, motif tersangka menyembunyikan anak-anak tersebut diduga karena tidak ingin perbuatannya selama ini terbongkar. Dimana sejak panti itu berdiri tercatat sudah tujuh anak asuh yang meninggal.

“Diduga motifnya agar anak-anak ini tidak membongkar perlakuannya terhadap anak-anak selama berada di panti asuhan miliknya. Namun, karena anak-anak itu disembunyikan di tempat keluarga tersangka, akhirnya sebagian berhasil kita temukan,” kata Kapolda Riau, Kamis (2/2).

Menurut Zulkarnain, pengakuan tersangka bahwa selama panti miliknya berdiri, sudah ada tujuh orang anak yang meninggal dibawah asuhannya. “Tapi untuk dimana dikuburkan dan apa penyebab kematiannya masih diselidiki,” terang Kapolda, seperti dilansir goriau.com.

Zulkarnain menyebut penyidik PPA Polresta Pekanbaru nantinya juga akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengetahui hasil medis anak-anak yang sudah meninggal ini.

“Jika memang anak-anak ini meninggal karena sakit, mungkin makamnya yang dari pengakuan tersangka juga berada di dekat makam korban M Zikli, tidak akan dibongkar,” tuturnya.

Telepas dari kasus yang menjerat ketua Yayasan Tunas Bangsa Pekanbaru itu, Kapolda Riau menilai jika tersangka ini cukup peduli dengan orang-orang yang terlantar. Meski nyatanya, akibat perbuatannya itu, salah seorang anak asuhnya meninggal yang diduga karena mengalami tindak kekerasan.[] red007

Bagikan ke:

Posting Terkait