Warga Rupat Dibunuh secara Sadis oleh Oknum Pengusaha Rumah Biliar

1135 views

Petugas medis RSUD Dumai mengevakuasi jasad korban pembunuhan sadis.

RUPAT (LintasRiauNews) – Seorang warga Rupat Utara Kabupaten Bengkalis tewas mengenaskan akibat pembunuhan yang dilakukan secara sadis oleh oknum pengusaha biliar di daerah setempat.

Pelaku dilaporkan telah menikam dan mencencang (mutilasi) tubuh korban dengan dua bilah pisau jenis sangkur dan pisau genggam. Jajaran Kepolisian Sektor Rupat Utara tengah memburu tersangka pelaku yang langsung kabur usai melakukan aksinya.

“Terlapor atau pelaku HA (31), Tempat Kejadian peristiwa dalam ruko milik terlapor Jalan Riau RT 002 RW 001 Desa Tanjung Medang,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru, Senin (27/3).

Kejadian dilaporkan oleh saksi AD (29) sekitar pukul 00.15 WIB Senin dini hari ke Polsek Rupat Utara. Dia melaporkan tindak pembunuhan terhadap korban Bayu Santoso (27).

Kejadiannya sendiri pada Jumat (24/3) sekitar pukul 23.00 WIB pelapor dihubungi oleh pelaku untuk datang ke tempat main billiar milik pelaku. Sampai di TKP, pelaku menyuruh pelapor untuk menghubungi korban.

Tidak berselang lama korban datang dan pelaku langsung mengunci pintu ruko dari dalam. Pada saat itu korban duduk di kursi depan meja biliar.

Pelaku kemudian masuk ke kamar mandi dan keluar membawa dua bilah pisau. Pelaku langsung menghampiri korban dari arah belakang dan spontan menikamkan kedua pisau jenis sangkur dan pisau genggam yang dibawanya ke bagian punggung korban.

Dengan beringas, pelaku berulang-ulangmenikamkan kedua pisau di tangan ke tubuh korban. Alhasil, tubuh korban seperti dicencang (dimutilasi) oleh pelaku dengan pisaunya.

Melihat tindakan brutal hal itu pelapor ketakutan dan langsung lari keluar ruko bersembunyi di hutan sekitar perkampungan.
“Setelah situasi aman baru pelapor keluar dari hutan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rupat Utara untuk pengusutan dan penangkapan pelaku,” ungkap Guntur.

Polisi kemudian melakukan evakuasi mayat ke Rumah Sakit di Dumai untuk dilakukan otopsi dan visum. Lalu memeriksa saksi lainnya serta pengumpulan fakta dan barang bukti mengetahui motif kasus tersebut.[] ant, red007

Bagikan ke:

Posting Terkait